Monday, 14 September 2009

Okonomi Dining EN

Dari judulnya, ada yang bisa tebak makanan apa yang akan kita bahas? ya? ya? ada yang berani menebak? apaa?

*drumroll…* *jengjengjengjeng!!*

JEPANG!! yeah, betul sekali…

Tepatnya kita akan membahas restoran yang khusus menyediakan okonomiyaki dan makanan sejenisnya. Bagi yang gak tau apa itu okonomiyaki, Okonomiyaki adalah makanan Jepang dengan bahan tepung terigu yang diencerkan dengan air atau dashi, ditambah kol, telur ayam, makanan laut atau daging babi dan digoreng di atas penggorengan datar yang disebut teppan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Okonomiyaki)

Yang jaman dulu suka baca komik Ranma, mungkin tau tokoh yang namanya Ukyo Kuonji aka. Ucchan. Dia suka bikin Okonomiyaki. hoho.

Restoran yang dibahas kali ini bernama Okonomi Dining EN, letaknya di daerah Melawai, Blok M, Jakarta Selatan, di atas supermarket Jepang, Kamome. Dari jalanan emang restoran ini gak kelihatan sama sekali. Kalau kita masuk ke Kamome yang letaknya di sebelah Starbucks, sebelum masuk swalayan ada penjual Takoyaki (takoyaki disini juga enak banget!) dan tangga naik. Nah, meskipun tangganya nampak gak meyakinkan (hehe) tapi buat ke restorannya emang naik dari situ..

Di lantai 2 bakal langsung keliatan lorong di kiri, dimana ada dua restoran, Okonomi Dining EN di kiri, dan Ramen Sanpachi di kanan. Ramen Sanpachi sendiri juga recommended banget bagi pencinta ramen. Tapiii, ADM sangat gak menjamin kehalalan kedua restoran ini ya (any menu that has the word ‘buta’ in its name means it uses pork).
Ini foto Okonomi Dining EN (maaf fotonya goyang) dan inilah Restoran yang dikunjungi M dan beberapa temannya di awal agustus yang lalu:


Begitu masuk, gw, M, agak terperangah liat restorannya yang ternyata cosy bernuansa jepang. Ini slh satu foto interiornya :

(yang burem di depan itu adalah tmn M berinisial SK)

Begitu duduk, bakal disediakan lap tangan yang udah dibekukan, dan appetiser something. (aren’t you getting used to my forgetfulness? LOL) Kami pun mulai pesan menu dadar seafood untuk bertiga (M, SK, dan AS). Begitu datang, *eng ing eng…*



Koq bentuknya agak beda ya sama okonomiyaki yang biasa? Tapi tanpa ragu kami menuangkan saosnya dan mulai makan, masing2 orang 2 potong. (kecuali AS yang dipalakin pacarnya yang berinisial JJ)

Karena kami bertiga sebelum kesini udah makan di tempat masing2, jadi makan satu porsi bertiga ini pun udah cukup. Tapi seiring lamanya duduk disana, akhirnya kita pesen lagi. Dan kali ini, kita baru menemukan halaman menu okonomiyaki yang bener! hahaha…

Dan ternyata, okonomiyaki yang asli lebih murah dari menu pertama yang kita pesan. Klo yang dadar seafood tadi harganya 30ribuan, harga seporsi okonomiyaki cuma 20ribuan. Jadi deh kita pesen Okonomiyaki daging sapi.

Dan ternyata sodara2,, yang ini lebih maknyusss!!! Lebih empuk, lembut, terasa dagingnya, bumbunya lebih terasa juga…

Puas makan okonomiyaki, tiga cewe brutal yang konon udah kenyang waktu dateng ke restoran ini masih pesan dessert… xP

Ini diaaaa, menu paling nampol di hari itu, Macha Parfait!! (yang ada di background itu si AS).

Sumpah ini eskrim enak banget. Dengan base Macha (ice cream rasa green tea), ditambah sensasi kriuk2 cornflakes (and, yes, cornflakes does goes along well with ice cream, and also with froyo), sentuhan ogura (kacang merah) juga bikin rasa macha gak monoton. udah gitu, masih ditambah lagi pake beberapa longan, alias lengkeng, yang bikin makin seger. wuw… dan harganya cuma 20ribuan.

Overall, harga2 makanan disini cukup bersahabat, apalagi buat ukuran makanan jepang. Karena sebenernya Okonomiyaki, seperti juga Ramen dan Takoyaki, di Jepang itu kayak bakso, nasi goreng tektek dan soto kalo di Indonesia. Jadi emang kalau dibandingin makanan Jepang lain yang mahal2 itu, mereka termasuk yang murah.

Selesai makan kita dapet lagi complementary dessert, waktu itu dapetnya buah. lengkap deh, complementary appetiser, complementary refill-able ocha, dan complimentary dessert…!

Rating ADM untuk Okonomi Dining EN

Value for money : (3/5) – harga lumayan, tapi porsi gak ngenyangin, jadi, so-so lah…
Taste for glory : (4/5) – spesialisasi mereka emang di okonomiyaki, jadi memang enak lah okonomiyakinya.
Cleanliness & Coziness : (4/5) – begitu masuk, langsung lupa deh bahwa restoran ini letaknya di lantai dua yang gak meyakinkan tadi…
Plus Point
- nice ambience. nice decoration. nice food
Minus Point
- tempat parkir terbatas, tapi selalu penuh. bisa diakalin sih, dgn parkir di seberangnya

Thursday, 10 September 2009

Q Smokehouse Factory

Halo semua pembaca setia blog ini… (siapa emangnya yg setia baca blog ini??) Kali ini saya, M, akan bercerita tentang Q Smokehouse Factory yang berlokasi di Panglima Polim aka. PangPol, jakarta selatan.

Berikut alamat dan nmr tlpn serta websitenya:

Jl. Panglima Polim IX No.16
Jakarta Selatan, Indonesia
Panglima Polim
Tel. (62-21) 720 0671, 720 0672
info@qsmokehousejakarta.com
www.qsmokehousejakarta.com

M dan D datang ke QSF ini kira2 setahun yang lalu, persisnya September 2008.

Restoran Q Smokehouse ini (selanjutnya disingkat QSF supaya saya gak cape) letaknya di sebelah Apotik Jaya, berseberangan dgn Circle K, dan di lantai atasnya ada semacam butik (nampaknya.. tim ADM sendiri belum sempat lihat2 ke butik-look-alike itu). Tempat parkirnya muat 8-10 mobil dalam keadaan normal, dan dalam keadaan tidak normal tergantung improvisasi dari sang tukang parkir…

QSF menawarkan menu-menu yang berkisar pada barberqued menus, dimana specialty mereka adalah slow cooking steak bergaya texas. Begitu masuk, kesan comfy-nya dapet banget… suasana ruangannya gak se-‘remang2’ cafe, tapi juga gak terang kaya gramedia… kapasitasnya cukup besar, mungkin kalau diisi penuh bisa untuk 100-150 orang (disclaimer: M yang menulis ini matematikanya gak terlalu bagus…).

Lalu M dan D mulai memesan. Lamaaa sekali menentukan apa yang mau dipesan,, karena menunya menarik banget! Gak kaya menu biasa yang sebagian besar tulisan dan cuma menu2 tertentu yang pakai gambar, menu QSF justru gambar semua. Bentuknya cuma satu lembar bolak-balik, dengan gambar 20-an menu, dan di sisi kanan menu baru ada keterangan masing2nya.. M yang dalam keadaan biasa aja udah lama klo mau pesen, kali ini makin lama lagi…

Akhirnya M dan D memutuskan untuk pesan minuman standar (es teh manis), Low Fat Caesar salad untuk berdua, BBQ Beef Short Ribs untuk D dan Chimicurri Steak untuk M. Buat yang pengen tau apa itu Chimicurri Steak, berikut penjelasan dari websitenya: “Our latin inspired creation, tasty striploin marinated overnight in citrus-cumin marinade, served with Chimmicuri sauce”

Gak lama datanglah minuman dan Caesar Salad. Caesar Salad ini sendiri beneran lowfat kayanya, cuma pakai vegetable oil berbumbu2 rahasia (baca: gak tau bumbunya apa). Sayurnya masih fresh bgt dan crunchy, dan overall cukup enak…

Selesai makan Caesar Salad, kami nunggu sebentar sampai kedua steak kita diantarkan…. (slrrrrppp… yummy…)

BBQ Beef Short Ribs pesanan D nampak menggoda, dengan saus khas BBQ, ribs yang kelihatan ‘berdaging’ tapi empuk banget.

Sementara Chimicurri Steak punya M kelihatan agak bersayur, haha.. karena diatas steaknya ada setumpuk side dish berupa cajun dan kol ungu kecil2. (CMIIW, krn udah agak lupa jg.. abis dah setahun sih (lah, siapa suruh gak langsung update blog ADM dari thn lalu (maaafff….))). Tapi rasanya sendiri enak banget dan unik..!

Yah, intinya, setelah itu kami berdua makan dgn lahap sambil nyobain steak satu sama lain… Harga main course di QSF ini ada dua kisaran, yang seharga 20-30 ribuan, dan yang seharga 50-60 ribuan. Kebetulan dua menu yang kita pesan ini termasuk top 10 favourite, dan harganya 59 rb. (yang mnrt kita sangat2 sesuai mengingat rasanya, mmmmm, bikin D yang lagi puasa ngiler pas baca ini. LOL.) Tapi menu favorit yang di range harga 20-30 ribuan juga banyak koq!

Sementara itu harga appetizer mereka ada di kisaran 19-25 ribu, dan minuman di kisaran 20ribu (kurang-lebih)

Dan seperti biasa, saking lahapnya makan, kita baru inget mau foto makanannya ketika kedua piring sudah licin tak berbekas… haha.. maaf ya…

Rating ADM untuk Q Smokehouse Factory
Value for money : (4/5) – untuk ukuran Steak, rasanya cukup murah ya. emang gak bisa dibandingin dgn yg harganya 30 ribuan…
Taste for glory : (4/5) – recommended banget buat yang nyari steak enak penuh variasi dgn harga terjangkau
Cleanliness & Coziness : (5/5) – M dan D sangat suka dan mau kesana lagi!
Plus Point
- variasi steaknya banyak banget, dan banyak yang gak bisa ditemuin di restoran lain.
- QSF juga menyediakan layanan untuk BBQ dirumah, dgn minimal 10 porsi. Peralatan masak dll, semua diurus mereka. Boleh nih buat yang mau arisan atau ulang tahun garden party…

SOTO AYAM AMBENGAN PAK SADI (ASLI)

Belum pernah melihat yang palsu sih... Tapi ya dengan beliau (Pak Sadi) menamai restorannya asli, berarti ada yang palsu. Kalo ada yg tau yg palsu dimana, cerita2 n komen2 ya...

D dan M bersama S (adik M yang tidak bisa diem kalo duduk) memutuskan untuk makan Soto Ayam Ambengan Pak Sadi (Asli) cabang Santa. Nah, setibanya disana, terlihat wajah Pak Sadi di papan tulisan depan restorannya... Gak ganteng, tapi juga gak jelek... Jadi nafsu makan soto pun tetap membara... Parkir mobilnya bisa muat hingga 8 mobil by logic. Tapi berhubung ada tukang parkirnya, berapapun mobil nampak seperti bukan masalah...

Begitu masuk ke dalam, terlihat bahwa tempatnya tidak berkesan eksklusif. Nampak sederhana dan cukup memadai dan bersih untuk makan soto ayam ambengan... Ber-AC, cukup dingin, stok kerupuk memadai, stok cemilan jg memadai... Mas2 penjual majalah pun datang menghampiri setiap meja untuk menawarkan majalah dan tabloid terbaru... Bangkunya bukan bangku seperti di Kafe Betawi... Lebih cocok disamakan dengan bangku warteg yang tanpa senderan...

Mulailah D, M, dan S memesan makanan dan minuman... Apalagi kalo bukan Soto Ayam Ambengan... Namun, didalam memesan Soto, terdapat beberapa altenatif pilihan campuran... Yang jelas, campurannya fleksibel bisa disesuaikan dengan selera. Kalo M tidak suka pakai telur, kalo D suka, maka M tetap memesan telur, lalu ditransfer ke D. Supaya D nggak terkesan ngutang sama M, D belagak menolak dulu awalnya, hahaha... Ujung2nya, bukan Telur saja yg ditransfer, tetapi Nasi Putih pun juga ditransfer... D memang hebat, perutnya kaya kantong beras, hehe... Di sudut lain, terlihat S sedang doyan makan2 sendiri sambil goyang2 kaki, sehingga kursi panjangnya pun bergejolak 7,3 SR (turut berduka cita untuk korban gempa Tasik)...

Selesai makan, team ADM membayar... dan hasilnya... not bad lah... bukan tipikal restoran yang nantinya bakal craving for dan terus menerus dikunjungi... Tapi, kalo mau ngerasain Soto Ambengan di Jakarta, well, Pak Sadi nampaknya menjadi pilihan utama!

Sampai jumpa di cerita2 berikutnya! Salam makan-makan sampai kenyang!

Rating ADM untuk Soto Ayam Ambengan Pak Sadi (Asli)
Value for money : (3/5) – cukup lah
Taste for glory : (4/5) – recommended untuk penikmat soto!
Cleanliness & Coziness : (3/5) – warteg ber-AC biasa tanpa hiasan
Plus Point
- Soto Ayam khas Ambegan (eh... Ambengan)
- Tempat Parkir memadai

Friday, 7 August 2009

Pisang goreng isi

Halooo semuanyaaaa…!! Sudah sangat lama tidak bersua… Bukan begitu bukan…?

Bukan karena kita gak makan2 lagi, tapi justru kami terlalu giat makan2 sampai g punya waktu untuk update blog ini…

Pastinya kalian merindukan kami kaaaann….! (yee, serasa tenar lu…)

Nah, pada hari ini topik kita mulai dgn yang ringan2 saja ya… Hari ini saya, M, mampir ke tempat pisang goreng isi di Jl. Duren Tiga, persisnya sesudah hotel kaisar (klo dari arah mampang) dan di sebelah restoran padang. Tempatnya udah deket lampu merah ke Jl. raya pancoran(?). Ini bukan pertama kalinya gw kesini,dan kali inipun juga kebetulan ajah, laper abis olga (olahraga maksudnya..) dan lokasinya deket rumah.

Dan kali ini saya agak bloon krn gak punya foto tmpt jualannya, dan juga gak inget namanya apa… hahaha… seinget gw sih ‘Pisang Goreng Pak *****’ (‘*****’ menandakan kelupaan gw)

Lalu apa yang spesial dari pisang goreng ini?? sesuai judul posting hari ini, pisang goreng ini ada ISINYA… (waaaaaww…!) Jadi pisang goreng disini itu digoreng dulu seperti biasa (pake adonan tepung). Terus, kita tinggal pesen mau isinya apa, dan nanti bakal diisiin sama abangnya.

Gimana diisinya? Simak baik2 penjelasan berikut, siapa tau bisa diterapkan di dapur masing2. Pertama, pisang yang sudah digoreng tadi dibelah melintang. Kemudian dikasih isi sesuai pesanan, plus sedikit susu kental manis. Lalu ditutup lagi, dan dicelup adonan tepung (lagi (lagi krn sebelum digoreng pertama juga dicelup)). Dan digoreng deh! xD

Masuk ke info yang penting. Harga. Berikut daftar harga per pisang goreng:

  • Original (tanpa isi) : Rp 2500
  • Coklat : Rp 3500
  • Keju : Rp 3500
  • Srikaya : Rp 3500
  • Campur : Rp 4000

Mahal? Menurut gw sih ngga juga. Krn pisang gorengnya sendiri lumayan gede, kira2 sebesar telapak tangan (tanpa jari pastinya.. hehe) tenang! biarpun lupa foto tempat jualannya, tapi saya punya foto pisangnya… ini diaaaa…!!



menarik kaaaann? xP





Oia, tempat jualannya ini memang di pinggir jalan, tapi mas2 yang jualannya rapi, bersih, dan rajin bebenah. Sepertinya dia juga rajin mengaji dan gemar menabung. Semua proses pembuatan gak ada yang kena tangan, selalu pakai sarung tangan atau capitan. Dan cara nyimpan keju, coklat, susu, dan selai juga bersih bgt d.. Selain itu disini juga ada tempat parkir yang agak masuk, gak di pinggir jalan, meskipun cuma muat maksimal 2 mbl dan bbrp motor, tapi oke lah…

Nah, yang terpenting, rasanya gimana? menurut gue oke banget2…. gw kasi 2 jempol. Meskipun bukan tipe yang bikin gw craving dan nagih, tapi makan pisangnya tuh berasa puas… Mas2nya gak pelit dlm ngasi isi keju, coklat, dan selai padahal pisangnya sendiri udah manis. Ditambah lagi pisangnya pasti masih hangat, karena baru digoreng sesuai permintaan.

Rasa yang paling favorit, buat gw pribadi, gak ada… haha.. gw g bisa nentuin satu rasa favorit, krn menurut gw semua sama enaknya. Really worth to try, apalagi klo kebetulan lagi lewat.

Ayo Dong Makan!

Monday, 22 September 2008

Dominos Pizza

Domino’s Pizza
Seberang PIM 1 (samping Metro), sebelah Ranch Market


Meat Mania + CheeseBread + Coke Zero 1ltr (yg tidak diminum karena soda)
Opening Promo, paket porsi 10” 65ribu rupiah saja
Opening Promo, paket porsi 14” 85ribu rupiah saja
Paket porsi 10”, itulah pesanan yang akhirnya M dan D putuskan (walau D sangat tergoda dengan 14”), setelah beberapa saat terbengong2 di Domino’s Pizza (selanjutnya disebut DP)… adapun, alasan dari kebengongan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Takjub melihat tempatnya, yang ternyata didominasi oleh kasir dan untuk pesan bawa pulang (take away order)… Jadi meja makannya hanya ada 2 set (@1 meja + 4 kursi)… Selain itu, ada kursi tunggu yang bederet (dimana ada deret yang ada senderan, dan ada yg tidak)… Kasirnya ada 2, kanan dan kiri… dan pemesan bisa melihat pizzanya sedang dibuat (kalau ketahuan yg mana dan tidak sedang rame)
2. Bingung memilih menunya (karena banyak varian rasa dan tidak tahu mana yang enak)… Akhirnya, berdasarkan pengalaman di Pizza Hut (PH) memesan Meat Lovers nampak seru, akhirnya dipilihlah Meat Mania
Ukuran yang tepat untuk 2-3 orang adalah yang 10”, sementara untuk 4-5 orang bisa memesan paket yang 14”… (ketentuan ini tidak berlaku untuk orang-orang lapar dan rakus)

Setelah pesanan sudah dilakukan, membayar, dan akhirnya menunggu… Nampak di kiri atas di samping kasir, monitor kecil flat dimana di dalamnya terdapat informasi pemesan, waktu tunggu, dan status pesanan… Seru juga nih… 8 menit lagi jadi…

Setelah 1 menit jadi, makin tidak sabar (karena bertepatan dengan waktu berbuka puasa), dan akhirnya… ting… seharusnya pesanan siap dibawa untuk bisa dimakan di mobil… Namun demikian, ternyata realita berkata lain. Pesanan atas nama D masih kurang CheeseBread… Hmmm, bagi D, ini -1 poin untuk Domino’s Pizza… Sementara itu M menenangkan D sambil menemani dan terkagum2 dengan teknologi pembuatan pizza dkk (ini yg berada di pikiran D ketika M melihat2 ke dapur… sotoy memang)

Setelah ditanyakan untuk kedua kalinya, akhirnya paket pesanannya jadi… Hore… saatnya membeli minum di Ranch Market dan makan di mobil… waw, CheeseBreadnya wangi… Bayangkan, kotak CheeseBread dibuka, dihembuskan oleh angin AC mobil M, kepada hidung si D… Waw, baunya, manis, harum, hangat! Yak, CheeseBread menari2 di kepala D… Sementara itu, tanpa disadari, M sudah mulai memakannya… Memang si M ini, nyebelin, hehe…

Setelah dimakan, lupa, M dan D lupa untuk minta saos (harusnya kan otomatis dapet ya), dan D pun berinisiatif untuk meminta saos ke DP, dan akhirnya diperoleh saos tersebut… Akhirnya M dan D mulai makan bersama… Nyam-nyam…

Setelah itu, kotak pizza dibuka, mari dimakan… Hap,,,, Hap,,,, Hap,,,, Ternyata, efek gandum dari CheeseBread menyebabkan kapasitas lambung menjadi semakin terbatas… Tidak mau menyerah, akhirnya menyerah juga pada slice ke 4… sehingga 2 slice terakhir dibawa ke masing-masing rumah (sekaligus sebagai kenang-kenangan dan ajang pembuktian bahwa DP buka di PI)

Secara umum, harga pizza di DP lebih murah sedikit dari PH, karena lagi opening promo, namun demikian, variasi pizza di DP tidak sebanyak di PH, terutama roti2 pinggirannya...

Samarra

Pada tanggal 24 agustus 2008 yang lalu, dua anggota ayo dong makan!, yaitu M dan D, mengunjungi sebuah restaurant di bilangan kebon sirih, bernama Samarra. Ada baiknya kita cerita dulu bagaimana bisa sampai ke Samarra (hmm, gak baik jg sih,, jd panjang nulisnya... tp kan blog gw gitu, jadi, suka2 dee) Adapun awal dari kunjungan ke Samarra adalah dalam rangka memperingati 6 month anniversary M & D... (ehehehe) diawali dgn jalan2 ke fatahillah, kota tua, dan sunda kelapa,, lalu menjelang malam dan menjelang lapar pergilah kami mencari makan.

Usul untuk makan di Samarra dipelopori oleh D, yang sudah pernah kesana sebelumnya. (dan sbnrnya si D mau ngajakinnya bwt tgl 25 agustus, namun apa blh buat,, dah laper n kehabisah ide mo mkn dmn) Kesan pertama yang ditimbulkan tempat ini cukup menarik. Ketika masuk suasana remang2-gimanaa-gitu ala restoran fine dining menyambut. Di lorong masuk kanan-kirinya ada kolam kecil nempel di dinding yang menyumbang bunyi2 air. Kesan romantis ditimbulkan oleh lampu temaram di seluruh ruangan dan banyaknya lilin sepanjang selasar tangga. Juga tidak ketinggalan design furniture yang ethnic2, serta karena perginya sama pacar dong pastinya.

Bangunan tempat Samarra ini berada dekat Penang Resto, bertingkat, gak terlalu gede dan jalan masuk ke parkirannya gak terlalu lebar, ngelewatin taman kecil. Kapasitas parkir sekitar 5mobil, tapi ada vallet dgn kapasitas banyak bgt. Tmpat duduknya sendiri lebih banyak di Lt 2 daripada Lt 1. Dan di Lt 3nya ada lounge. Jadi di samarra biarpun nuansa ethnic, tp makan disana diiringi lagu techno. xP. M dan D duduk di lt 2, di dalam semacam cubicle tersendiri yang berkapasitas sekitar 4-6 orang. Ada beberapa cubicle serupa, selain dari meja kursi standar.



*ini cubiclenya*



Menu andalan di Samarra ini sebenernya Pasar Sate Samarra, yaitu menu berisikan 7 macam sate, yang ktanya sih semuanya enak2. Harga menu ini sekitar 100 ribuan rupiah (kalau gak salah ingat) xP. Selain pasar sate ada juga menu paketan yang terdiri dari sate, nasi, sayur, dan beberapa ditambah lauk tambahan. Ada banyak pilihan paket di Samarra, satenya sendiri ada sate sapi manis, sate ayam, bebek, sate ikan lilit, sampai sate tempe. Keseluruhan ada hampir 10 pilihan sate. Nasinya sendiri ada nasi kuning, nasi uduk, trs nasi satu lagi yang lupa namanya apa, (tapi ini yang dipesan M), juga nasi putih biasa.

Berhubung datangnya hanya berdua, M dan D pun gak pesen menu Pasar sate, karena kya2nya perut gak muat, dompet juga. Jadilah kami berdua memesan menu sate dan nasi satuan. Pilihan D pun jatuh pada sate ikan lilit dan nasi kuning, plus minumannya Lemon Grass Tea . Sementara M memutuskan pesan sate daging manis – sesuai rekomendasi mas2 waiter – dan minumannya yogurt dicampur juice jeruk (nmanya lupa juga, tapi ada di plg atas menu). Disamping itu kami berdua karena lapar [mata] tambah pesan lagi bebek dgn kari putih. FYI kari putih di Samarra lebih kya sop santan. Harga minuman sekitar belasan ribu-20ribuan. Sementara menu makanan berkisar 30-50 ribuan. Standar kafe lah yaa...

Waktu makanan datang, kesan pertama sungguh menggoda. Hmm, satenya datang di atas semacam tungku kecil, (bayangin mangkok tinggi dari keramik coklat yang di dlmnya msh ada bara, dan satenya ditaro di grill di atasnya) nasinya dtg dlm bakul anyaman. Tampilan sambal dan sopnya sendiri lebih biasa, cuma sopnya porsinya gede euy . Namun bgitu, kami berdua (diam2, gak ada yg blg explicit ampe pas pulang) sempat kecewa melihat satenya masing2 porsi hanya 5 tusuk.

Tapi begitu dicoba, rasanya memang enak banget. Sate daging yg dipesen M sausnya enak (bhkn bagi M yg in general lebih suka makanan asin daripada manis), meresap ampe dagingnya yg juga empuk bgt. Sate ini gak pake sambal lagi, cuma saus itu aja. Sementara sate D juga gak kalah enaknya... beuuuh... enak deh, ampe dipalakin trus sama M. Hehehe... Dan daging satenya tebel, mungkin kalo sate itu dipindahin ke gerobak abang2, masing2 tusuknya bisa jadi 2 tusuk sate... so, klo dilihat begitu yaa, lumayan imbang lah 5 tusuk sate dgn harganya.

Nasinya juga juara deh. Gurih bgt. Meskipun lagi2 porsinya porsi cantik. Oia, rasa nasi khas samarra itu kurang lebih kya nasi uduk dengan rempah2 yg lebih terasa. Lalu minuman yg kita pesan dua2nya juga enak. Teh D rasanya segar dan manisnya gak terlalu artificial, meskipun tampilan awalnya kya teh dikasi sirup ijo. Lalu yoghurt+juice jeruk juga enak, tapi harus diaduk dulu sebelum diminum krn jeruk dan susu bagaikan air dan minyak. Hehe.

Terakhir kari bebek. Enak. Tampilan mendukung. Tapi biasa aja. Ini mgkn menu paling biasa dari semua yang dipesan. Bebeknya cukup empuk, tapi beberapa bagian msh susah digigit. Rasanya lumayan enak, tapi gak enak bgt. Mgkn krn dibandingin sama menu lainnya kli ya? Tapi kuahnya lumayan koq, matching bgt sama nasi2nya yang gurih.

Selesai makan, M dan D KENYAAANG...... bgt. Huff, mgkn hrsnya tapi gak usah pesen kari bebek lagi kli ya. Haha. Lalu setelah kenyang, kita foto2...

*6 for 6 MONTH!!!!*

Tuesday, 2 September 2008

Thai and I and You = Lovely!

Thai and I... (ada di Plaza Semanggi dan Pondok Indah Mall)


Sejak awal, tim AyoDongMakan (tim ADM) dibingungkan oleh menu yang menyuguhkan berbagai pilihan...

Bingung... bingung... bingung... sampe bingung mau nulis apa...

Begini ceritanya,

ADM berniat untuk memesan variasi antara menu daging, seafood, dan sayuran...

tetapi percakapan yg terjadi adalah:

M: "ya udah, pada mau pesen apa?"

A: "gue sih apa aja, kayanya enak-enak"

D: "gue juga apa aja, Thai and I enak2 semua kok..."

M: "yeeeeeeee..."


well, not exactly like that sih, tapi garis besarnya begitu... intinya, mau memilih aja sulit, karena awalnya nampak pengen nyobain semua...

akhirnya, berhubung M yang berulangtahun dan yang punya gawe, jadi M mengkoordinir pilihan2nya... sampai akhirnya terpilih:

- Tahu Bumbu Thai

- Cumi Kari Hijau Kelapa (yang disuguhkan di dalam batok kelapa tua)

- Daging Sapi Bumbu Pedas (hmmm, ini nama yg kurang tepat nampaknya, hehehe)

- Nasi

- Es Teh Thailand, hehehe...


Ketika D sedang menemani M ke atm, D dan M meninggalkan A dengan penuh kecurigaan dan keraguan, karena takutnya hidangan yang tiba langsung dilahap habis oleh A... Namun demikian, ternyata A tidak demikian adanya... Setelah perhitungan cepat M terhadap harga2 menu2 yang dipilih, ke atm, dan kembali, ternyata makanan sudah berdatangan... hore....

Dengan bujet 150ribu rupiah saja, makanan porsi "makan tengah" tersebut sudah cukup mengenyangkan dengan rasa yang menggelegar di dalam perut... Rasanya, lezat... kari hijaunya, begitu beraroma dan rasanya begitu nikmat... nikmat sekali hingga sendok dan suapan terakhirnya...

Dimakan bersama dengan kerupuk lezat gratis sebagai complimentary snack dari Thai and I untuk menunggu hidangan yang disajikan, membuat kelengkapan rasa yang dinikmati oleh A... D... dan M tentunya, yang menyendok2 sampai piring2 dan batok kelapa terkikis...

Tahu bumbu thainya, bumbunya begitu mantap... pas... dengan tahu yang lembut, membuat menu ini menjadi tak kalah seru dengan si kari hijau kelapa...

Sementara itu, dagingnya, empuk, dan bumbu pedasnya pun pas... nikmat... lagi2 standing applause terjadi di dalam perut si D...


Akhirnya, guyuran es teh thailand menghibur penonton dan pekerja di perut si D, dengan ucapan terima kasih yg begitu lantang yang berbunyi "eeeehhheeeee" (sendawa maksima! gelege'an sampai ke hati, hahaha)

Terima kasih Thai n I, terima kasih M xo

Monday, 11 August 2008

Preliminary Survey Report : Mie Aceh Tanah Kusir

Hmmm...
Aceh banget nih...

Menu Dahsyatnya antara lain:
- Mie Aceh Goreng
- Mie Aceh Kuah
- Nasi Goreng Kambing a la Aceh
- Roti Cane Kari Kambing
- Roti Cane Manis Keju

Harga terjangkau... dengan 20ribu saja sudah bisa kenyang banget n minum

Tempatnya sederhana, putih, bau-bau Aceh (gak jelas ya yg ini, hehehe)...
Parkir mobil bisa muat 2 mobil, motor bisa 5 lah
Kalo mau nyaman, dateng pas sebelum jam makan malem banget...

Tim AyoDongMakan sendiri, dalam waktu dekat, akan merencanakan untuk mengunjungi Mie Aceh untuk Laporan yang lebih lengkap dan berkualitas!

akhir kata... mmm... Ayo Dong Makan!

Sunday, 3 August 2008

Bukan jalan-jalan kalo gak makan-makan!

Tidak lengkap rasanya ketika kita jalan-jalan, kita tidak menikmati makanan-makanan yang kita lewati sepanjang perjalanan tersebut...

Atau mungkin memang tidak ada makanan yang menarik untuk dimakan, dimana pada akhirnya dapat disimpulkan, acara jalan-jalannya mungkin terlalu spontan, tanpa mempertimbangkan ingin makan dimana...

Tapi rasanya hampir tidak mungkin dimana pun di dunia ini, kawasan yang enak untuk dijadikan tempat jalan-jalan, tidak memiliki makanan-makanan yang enak dan menarik untuk disinggahi dan dirasakan... bahkan di mall sekalipun... itulah jadinya, kalau sudah lapar pun, semua akan terlihat lebih enak bukan?

Weblog "Ayo Kita Makan!" ini merupakan weblog yang dibuat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar dunia makan memakan ketika kita sedang jalan menjalan di sekujur tubuh dunia kita ini... dari yang paling common... sampai dengan yang paling aneh... dari yang paling "hanya di permukaan" pembahasannya... sampai dengan yang "mengakar hingga ke bumbunya"...

Tanpa berbicara banyak dan panjang lebar lagi... semoga weblog ini bermanfaat untuk kita semua, sehingga tidak perlu lagi ada pembicaraan seperti dibawah ini terjadi,

M: "Mau makan dimana nih? Laper gue!"
D: ".... dimana ya yang enak di daerah sini?"
A: "wah, gak tau deh gue... terserah lo aja deh! gue makan gampang kok!"
M: "yeeee, seriusan, pilih dong... tadi kita lewatin apa aja ya?"
D: "gak tau deh gue... gak inget... terserah deh, ntar aja liat, yg lewat ada apa... kalo enak, mampir"
A: "... taunya gimana D?"
M: "iya, aneh banget sih lo!"
D: "yeeeeeeeee... udah bagus ngasi solusi!"
A: "itu emang solusi ya D?"
M: "tau... aneh..."
D: "eh, M...."
M: "mmmmmm...."
A: "?#$@%^@*"
D: "gpp, manggil doang..."

akhirnya, pembicaraan gak tentu arah tersebut terjadi karena tidak mengetahui dunia makan memakan ketika kita sedang jalan menjalan... Ayo Kita Makan!