Showing posts with label Makanan Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Makanan Indonesia. Show all posts

Friday, 7 August 2009

Pisang goreng isi

Halooo semuanyaaaa…!! Sudah sangat lama tidak bersua… Bukan begitu bukan…?

Bukan karena kita gak makan2 lagi, tapi justru kami terlalu giat makan2 sampai g punya waktu untuk update blog ini…

Pastinya kalian merindukan kami kaaaann….! (yee, serasa tenar lu…)

Nah, pada hari ini topik kita mulai dgn yang ringan2 saja ya… Hari ini saya, M, mampir ke tempat pisang goreng isi di Jl. Duren Tiga, persisnya sesudah hotel kaisar (klo dari arah mampang) dan di sebelah restoran padang. Tempatnya udah deket lampu merah ke Jl. raya pancoran(?). Ini bukan pertama kalinya gw kesini,dan kali inipun juga kebetulan ajah, laper abis olga (olahraga maksudnya..) dan lokasinya deket rumah.

Dan kali ini saya agak bloon krn gak punya foto tmpt jualannya, dan juga gak inget namanya apa… hahaha… seinget gw sih ‘Pisang Goreng Pak *****’ (‘*****’ menandakan kelupaan gw)

Lalu apa yang spesial dari pisang goreng ini?? sesuai judul posting hari ini, pisang goreng ini ada ISINYA… (waaaaaww…!) Jadi pisang goreng disini itu digoreng dulu seperti biasa (pake adonan tepung). Terus, kita tinggal pesen mau isinya apa, dan nanti bakal diisiin sama abangnya.

Gimana diisinya? Simak baik2 penjelasan berikut, siapa tau bisa diterapkan di dapur masing2. Pertama, pisang yang sudah digoreng tadi dibelah melintang. Kemudian dikasih isi sesuai pesanan, plus sedikit susu kental manis. Lalu ditutup lagi, dan dicelup adonan tepung (lagi (lagi krn sebelum digoreng pertama juga dicelup)). Dan digoreng deh! xD

Masuk ke info yang penting. Harga. Berikut daftar harga per pisang goreng:

  • Original (tanpa isi) : Rp 2500
  • Coklat : Rp 3500
  • Keju : Rp 3500
  • Srikaya : Rp 3500
  • Campur : Rp 4000

Mahal? Menurut gw sih ngga juga. Krn pisang gorengnya sendiri lumayan gede, kira2 sebesar telapak tangan (tanpa jari pastinya.. hehe) tenang! biarpun lupa foto tempat jualannya, tapi saya punya foto pisangnya… ini diaaaa…!!



menarik kaaaann? xP





Oia, tempat jualannya ini memang di pinggir jalan, tapi mas2 yang jualannya rapi, bersih, dan rajin bebenah. Sepertinya dia juga rajin mengaji dan gemar menabung. Semua proses pembuatan gak ada yang kena tangan, selalu pakai sarung tangan atau capitan. Dan cara nyimpan keju, coklat, susu, dan selai juga bersih bgt d.. Selain itu disini juga ada tempat parkir yang agak masuk, gak di pinggir jalan, meskipun cuma muat maksimal 2 mbl dan bbrp motor, tapi oke lah…

Nah, yang terpenting, rasanya gimana? menurut gue oke banget2…. gw kasi 2 jempol. Meskipun bukan tipe yang bikin gw craving dan nagih, tapi makan pisangnya tuh berasa puas… Mas2nya gak pelit dlm ngasi isi keju, coklat, dan selai padahal pisangnya sendiri udah manis. Ditambah lagi pisangnya pasti masih hangat, karena baru digoreng sesuai permintaan.

Rasa yang paling favorit, buat gw pribadi, gak ada… haha.. gw g bisa nentuin satu rasa favorit, krn menurut gw semua sama enaknya. Really worth to try, apalagi klo kebetulan lagi lewat.

Ayo Dong Makan!

Monday, 22 September 2008

Samarra

Pada tanggal 24 agustus 2008 yang lalu, dua anggota ayo dong makan!, yaitu M dan D, mengunjungi sebuah restaurant di bilangan kebon sirih, bernama Samarra. Ada baiknya kita cerita dulu bagaimana bisa sampai ke Samarra (hmm, gak baik jg sih,, jd panjang nulisnya... tp kan blog gw gitu, jadi, suka2 dee) Adapun awal dari kunjungan ke Samarra adalah dalam rangka memperingati 6 month anniversary M & D... (ehehehe) diawali dgn jalan2 ke fatahillah, kota tua, dan sunda kelapa,, lalu menjelang malam dan menjelang lapar pergilah kami mencari makan.

Usul untuk makan di Samarra dipelopori oleh D, yang sudah pernah kesana sebelumnya. (dan sbnrnya si D mau ngajakinnya bwt tgl 25 agustus, namun apa blh buat,, dah laper n kehabisah ide mo mkn dmn) Kesan pertama yang ditimbulkan tempat ini cukup menarik. Ketika masuk suasana remang2-gimanaa-gitu ala restoran fine dining menyambut. Di lorong masuk kanan-kirinya ada kolam kecil nempel di dinding yang menyumbang bunyi2 air. Kesan romantis ditimbulkan oleh lampu temaram di seluruh ruangan dan banyaknya lilin sepanjang selasar tangga. Juga tidak ketinggalan design furniture yang ethnic2, serta karena perginya sama pacar dong pastinya.

Bangunan tempat Samarra ini berada dekat Penang Resto, bertingkat, gak terlalu gede dan jalan masuk ke parkirannya gak terlalu lebar, ngelewatin taman kecil. Kapasitas parkir sekitar 5mobil, tapi ada vallet dgn kapasitas banyak bgt. Tmpat duduknya sendiri lebih banyak di Lt 2 daripada Lt 1. Dan di Lt 3nya ada lounge. Jadi di samarra biarpun nuansa ethnic, tp makan disana diiringi lagu techno. xP. M dan D duduk di lt 2, di dalam semacam cubicle tersendiri yang berkapasitas sekitar 4-6 orang. Ada beberapa cubicle serupa, selain dari meja kursi standar.



*ini cubiclenya*



Menu andalan di Samarra ini sebenernya Pasar Sate Samarra, yaitu menu berisikan 7 macam sate, yang ktanya sih semuanya enak2. Harga menu ini sekitar 100 ribuan rupiah (kalau gak salah ingat) xP. Selain pasar sate ada juga menu paketan yang terdiri dari sate, nasi, sayur, dan beberapa ditambah lauk tambahan. Ada banyak pilihan paket di Samarra, satenya sendiri ada sate sapi manis, sate ayam, bebek, sate ikan lilit, sampai sate tempe. Keseluruhan ada hampir 10 pilihan sate. Nasinya sendiri ada nasi kuning, nasi uduk, trs nasi satu lagi yang lupa namanya apa, (tapi ini yang dipesan M), juga nasi putih biasa.

Berhubung datangnya hanya berdua, M dan D pun gak pesen menu Pasar sate, karena kya2nya perut gak muat, dompet juga. Jadilah kami berdua memesan menu sate dan nasi satuan. Pilihan D pun jatuh pada sate ikan lilit dan nasi kuning, plus minumannya Lemon Grass Tea . Sementara M memutuskan pesan sate daging manis – sesuai rekomendasi mas2 waiter – dan minumannya yogurt dicampur juice jeruk (nmanya lupa juga, tapi ada di plg atas menu). Disamping itu kami berdua karena lapar [mata] tambah pesan lagi bebek dgn kari putih. FYI kari putih di Samarra lebih kya sop santan. Harga minuman sekitar belasan ribu-20ribuan. Sementara menu makanan berkisar 30-50 ribuan. Standar kafe lah yaa...

Waktu makanan datang, kesan pertama sungguh menggoda. Hmm, satenya datang di atas semacam tungku kecil, (bayangin mangkok tinggi dari keramik coklat yang di dlmnya msh ada bara, dan satenya ditaro di grill di atasnya) nasinya dtg dlm bakul anyaman. Tampilan sambal dan sopnya sendiri lebih biasa, cuma sopnya porsinya gede euy . Namun bgitu, kami berdua (diam2, gak ada yg blg explicit ampe pas pulang) sempat kecewa melihat satenya masing2 porsi hanya 5 tusuk.

Tapi begitu dicoba, rasanya memang enak banget. Sate daging yg dipesen M sausnya enak (bhkn bagi M yg in general lebih suka makanan asin daripada manis), meresap ampe dagingnya yg juga empuk bgt. Sate ini gak pake sambal lagi, cuma saus itu aja. Sementara sate D juga gak kalah enaknya... beuuuh... enak deh, ampe dipalakin trus sama M. Hehehe... Dan daging satenya tebel, mungkin kalo sate itu dipindahin ke gerobak abang2, masing2 tusuknya bisa jadi 2 tusuk sate... so, klo dilihat begitu yaa, lumayan imbang lah 5 tusuk sate dgn harganya.

Nasinya juga juara deh. Gurih bgt. Meskipun lagi2 porsinya porsi cantik. Oia, rasa nasi khas samarra itu kurang lebih kya nasi uduk dengan rempah2 yg lebih terasa. Lalu minuman yg kita pesan dua2nya juga enak. Teh D rasanya segar dan manisnya gak terlalu artificial, meskipun tampilan awalnya kya teh dikasi sirup ijo. Lalu yoghurt+juice jeruk juga enak, tapi harus diaduk dulu sebelum diminum krn jeruk dan susu bagaikan air dan minyak. Hehe.

Terakhir kari bebek. Enak. Tampilan mendukung. Tapi biasa aja. Ini mgkn menu paling biasa dari semua yang dipesan. Bebeknya cukup empuk, tapi beberapa bagian msh susah digigit. Rasanya lumayan enak, tapi gak enak bgt. Mgkn krn dibandingin sama menu lainnya kli ya? Tapi kuahnya lumayan koq, matching bgt sama nasi2nya yang gurih.

Selesai makan, M dan D KENYAAANG...... bgt. Huff, mgkn hrsnya tapi gak usah pesen kari bebek lagi kli ya. Haha. Lalu setelah kenyang, kita foto2...

*6 for 6 MONTH!!!!*